2 Pandangan Hukum Judi Online dalam Islam

bandarqq – Judi merupakan sebuah permainan yang dilakukan berdasarkan peruntungan semata. Dalam hukum yang berlaku di negara Indonesia hukum perjudian sudah jelas dan diatur dalam undang – undang, namun bagaimana hukum judi online dalam Islam?

Seperti yang kita tahu dengan jelas bahwa judi merupakan sebuah perbuatan yang sudah pasti bertentangan dengan moral, agama serta kesusilaan yang ada di masyarakat. Permainan judi dianggap sebagai sebuah permainan yang hanya bisa memberikan kerugian dari berbagai sisi terutama kerugian dari sisi materil selain itu judi juga mengakibatkan kerugian imateril bagi pelakunya.

Judi bandarqq dianggap sebagai sebuah jalan pintas untuk menjadi kaya, namun tentu saja bukan dengan cara yang baik. Orang yang sudah menjadikan judi sebagai candu akan merasa bahwa lebih baik berjudi daripada bekerja karena dengan  berjudi uang yang sedikit akan menjadi sangat banyak.

Orang – orang umumnya menjadi kecanduan dengan judi apabila mereka sudah pernah mendapatkan keuntungan lalu kembali memberikan uangnya untuk berjudi kemudian mengalami kerugian dan kegagalan yang cukup besar hingga akhirnya semua yang dimilikinya akan ludes

Judi biasanya tidak langsung dengan judi besar, awalnya judi ini kecil – kecilan seperti hanya bertaruh skor bola akhirnya lama – kelamaan karena merasa mendapatkan uang lebih mudah melalui proses bertaruh maka orang akan semakin menggilai judi. Bahkan untuk orang yang sudah berumah tangga sebenarnya perbuatan judi ini merupakan perbuatan yang mampu merusak keadaan rumah tangga. Awalnya rumah tangga berlangsung harmonis, nafkah suami selalu tepat waktu untuk istri. Namun, setelah suami mengenal judi maka uang untuk kebutuhan rumah tangga akan dipakai berjudi. Kadang jika mereka merasa sangat butuh uang bisa saja mereka akan menjual aset yang ada di rumah hanya demi menuruti egonya saja.

Judi dalam Perspektif Fiqih

Judi merupakan penyakit yang sudah lama ada bahkan sejak jaman jahiliyah sehingga untuk menghilangkan perjudian secara total memang cukup sulit, ulama menganggap judi merupakan perbuatan al-maysir dimana perbuatan ini merupakan sebuah perbuatan yang haram hukumnya karena termasuk ke dalam dosa besar.

Pandangan Al Qurtuby

Al qurtuby menganggap surat Al baqarah merupakan surat pertama yang menyatakan larangan berjudi atau perbuatan al-maysir sebagai perbuatan dosa besar. Hal yang paling penting dari al-maysir adalah adanya unsur taruhan di dalamnya,

al-maysir dianggap sama bahayanya dengan minum khamr yang juga dikatakan sebagai perbuatan keji yang diharamkan oleh Agama dan harus dijauhi. Dalam perjudian online memang sedikit berbeda dibandingkan judi konvensional dimana dalam perjudian online tidak menggunakan uang secara nyata namun menggunakan uang dalam bentuk chip.

Allah melarang perbuatan ini karena lebih banyak memberikan mudhorot dibandingkan memberikan manfaat. Beberapa kemudhorotan yang dapat timbul dari perbuatan berjudi ini diantaranya perolehan harta dengan cara yang bathil, membuat pelakunya cenderung melakukan tindak kriminal seperti mencuri karena ingin memakai uangnya untuk berjudi hingga perbuatan menyia – nyiakan keluarga akibat ditinggal berjudi.

Konsekuensi dari perbuatan ini menurut Alquran disejajarkan dengan perbuatan minum khamr atau yang kemudian disebut sebagai qiyas. Qiyas sendiri merupakan sebuah cara berfikir dengan dasar analogi, yakni menarik kesimpulan berdasarkan perumpamaan. Karena perbuatan judi juga dianggap sebagai perbuatan yang merugikan seperti halnya minum khamr maka qiyas dari perbuatan ini juga dianggap sama. Bahkan para ulama menyimpulkan bahwa judi merupakan sebuah perbuatan dosa besar, perbuatan setan, sejajar dengan perbuatan syirik, perbuatan yang mampu memupuk kebencian antara umat manusia hingga perbuatan orang malas yang dapat menjauhkan pelakunya dari Allah SWT.

Namun, hingga saat ini masih banyak hambatan yang diperoleh saat menanggulangi kasus perjudian misalnya banyaknya orang – orang yang berpengalaman tinggi dan sudah sangat jeli terhadap teknologi menyulitkan pihak berwajib untuk memutus mata rantai perjudian ini. Selain itu, judi online juga tidak memiliki tempat yang tetap sehingga menyulitkan bagi aparat untuk menangkap pelaku perjudian. Bahkan tak jarang aparat hanya bertindak saat mendapatkan laporan bukan dari awal mencari dan menghentikan rantai perjudian. Akan lebih baik bagi semua untuk bekerja sama memutus rantai perjudian ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *